Aula Simfonia Jakarta

ASJ2015

On 7 March 2015, Aula Simfonia Jakarta presented the work of Tchaikovsky, Rachmaninoff, and Sibelius, under the baton of Dr. Billy Kristanto and William Savola. The chosen piece from Tchaikovsky was from the renowned ballet “The Swan Lake”, composed in 1876. For the first time since its establishment in 2009, Aula Simfonia Jakarta presented the classical orchestral piece together with ballet presentation. The ballet was brought to you by, yours truly ballet.id dancers, and students from Ballet Sumber Cipta.  The tickets to the 1,200-seat Concert Hall was fully sold, and it was full house.

The ballet presenting the excerpts from Swan Lake opened the concert. The first part was the Waltz from Act 1 of Swan Lake, adapted into pas de deux with the accompanying little children as corps the ballet. After that, the second part of the excerpts presented the renowned theme of Swan Lake, which was actually the opening of Act 2. The excerpts from Act 2 continued with the White Swan pas de deux, where the prince met the Swan Queen for the first time. In this difficult piece, the female lead ballerina has to present a very sad and delicate adage that demands strength and grace of dancing on pointe. The whole audience was gripped into emotional silence of the dance. Then, the famous Dance of the Little Swans followed, which is quite a challenging piece that demands harmonious fast movements between the four dancers. The presentation continued with presenting the Black Swan pas de deux, in which the deceitful black swan won over the Prince’s heart by pretending to be the white swan. In here, the black swan was able to present a deceitful aura that captured the attention of the audience. The Swan Lake excerpts presentation was concluded with the Mazurka finale.

This show was one of the very few performance that featured ballet and live orchestra in Indonesia. We feel that we learned a lot in the process, especially how to work with the orchestra, and how to nail a ballet piece that is technically challenging together with the orchestra. We are thoroughly thankful to Dr. Stephen Tong to push the classical music and ballet initiative by Aula Simfonia Jakarta into reality, and kudos to Dr. Billy Kristanto for leading the orchestra beautifully in a collaboration with the dancers. Also a big thank you to Ms. Ade Setiowibowo and Mr. Edmund Gaerlan for their support during the practice sessions, and Ballet Sumber Cipta for the collaboration with their amazing students.


Pada tanggal 7 Maret 2015 Aula Simfonia Jakarta mempersembahkan karya Tchaikovsky, Rachmaninoff, dan Sibelius, di bawah pimpinan konduktor Dr. Billy Kristanto dan William Savola.  Karya Tchaikovsky yang ditampilkan diambil dari karya balletnya yang terkenal “The Swan Lake” yang digubah tahun 1876. Untuk pertama kali sejak dibukanya gedung konser ini di tahun 2009, Aula Simfonia Jakarta menampilkan karya orkestra klasik ini bersama dengan penari balet. Pertunjukan balet ini ditampilkan oleh  para penari ballet.id, dan siswa tari dari Ballet Sumber Cipta.  Tiket habis terjual dan gedung konser berkapasitas 1,200 tempat duduk ini terisi penuh.

Cukilan balet dari “The Swan Lake” membuka konser kali ini. Bagian pertama adalah tarian Waltz dari babak 1 yang diadaptasi menjadi pas de deux (tarian duet) dan didukung oleh siswa tari anak-anak sebagai corps the ballet (penari pendukung). Kemudian, tema musik Swan Lake yang terkenal ditampilkan, yang mana diambil dari musik pembuka babak kedua. Kemudian diikuti oleh penampilan dari White Swan pas de deux, di mana pangeran bertemu dengan Ratu Angsa untuk pertama kalinya. Dalam tarian yang sulit ini, penari utama perempuan harus menampilkan emosi sedih yang mendalam, sementara tarian berjenis “adage” ini dilakukan dengan sangat pelan dan halus tetapi memerlukan kekuatan kaki yang besar karena dilakukan di atas ujung jari (on pointe). Emosi dari penari wanita membawa para penonton dalam keheningan. Kemudian, tarian Angsa Kecil yang terkenal juga ditampilkan. Tarian ini cukup sulit karena empat penari harus melakukan gerakan kaki yang cepat secara harmonis dan sinkron. Penampilan selanjutnya adalah Black Swan pas de deux, di mana Ratu Angsa Hitam menipu sang pangeran dengan berpura-pura menjadi Ratu Angsa Putih. Dalam tarian ini, sang Angsa Hitam mampu menampilkan aura jahat yang mencekam perhatian penonoton. Kutipan pertunjukan Swan Lake ditutup dengan menampilkan finale berupa tarian Mazurka oleh seluruh penari.

Pertunjukan ini merupakan salah satu dari sangat sediki pertunjukan yang dilakukan secara kolaboratif antara penari dan orkestra. Dalam prosesnya, kami merasa banyak belajar, terutama bagaimana bekerja dengan orkestra yang hidup, dan bagaimana berhasil menarikan tarian yang sulit dengan bekerjasama dengan orkestra. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Stephen Tong yang mendorong inisiatif musik klasik dan balet di Aula Simfonia Jakarta menjadi kenyataan, dan pujian kepada Dr. Billy Kristanto untuk memipin orkestra dengan indah dalam kolaborasi bersama para penari. Terimakasih juga kami sampaikan kepada Ms. Ade Setiowibowo dan Mr. Edmund Gaerlan untuk dukungan mereka dalam sesi latihan, dan Ballet Sumber Cipta untuk kolaborasinya bersama siswa tarinya.

Dancers with the Conductor Dr. Billy Kristanto
Dancers from Ballet.ID and Ballet Sumber Cipta

DANCERS

Ballet.ID

  • Anindya Krisna: Odette (White Swan)
  • Mariska Febriyani: Waltz Princess
  • Wenny Halim: Odile (Black Swan)
  • Alexander Mawuntu: Waltz Prince
  • Enrico Tanod: Prince Siegfried

Ballet Sumber Cipta

  • Waltz Girls: Felicia livyana, Gayatri Hanania, Krista Zefanya, Olivia Boyle, Radinka Paris, Richelle Isabelle
  • Little Swans: Andrea Paramita Korompis, Dhania Shelomita, Georgina Inessa, Radinka Dharsono

JAKARTA SIMFONIA ORCHESTRA

  • Artistic Director & Principal Conductor: Dr. Stephen Tong
  • International Artistic Consultant: Dr. Jahja Ling
  • Assistant Conductor: Dr. Billy Kristanto
  • Violin 1: Wen Wen Bong (Concertmaster), Hery Sunarta (Asst. Concertmaster), Erwin Fami Wongdra, Ali Hanapiyah, Fafan Isfandiar, Danny Ceri, David Santoso, Dave Nathanael
  • Violin 2: Malvinas Pinem (Principal), Okiyani Wahyu Asfari, Ni Gusti Ayu Ketut Kadensi, Kiki Kwintanada, Yastril Adha, Diki Pradana, Anne Leticia
  • Viola: Vincentius Obrin Kussoy (Principal), Syafruddin Mangkunegara, Anang Cahyono, Junaidi, Indra Sakti, Jane Irene Sutiono
  • Cello: Muhammad Affan (Principal), Handiawan, Leonard van Hien, Robby Subarja, Rachman Noor Ilyas
  • Contrabass: Ari Moeladi (Principal), Irma F. Manurung, Agoeng Prasetyo, Dwipa Hanggana Prabawa
  • Flute: Andika Candra (Principal), Marini Widyastari, Metta Faurizka Ariono
  • Oboe: Juhad Ansyari (Principal), Daud Harianto Zhu
  • Clarinet: Nino Ario Wijaya (Principal), Rio Wijaya
  • Bassoon: Siswanto (Principal), Hendri Waskita
  • Horn: Yunus (Principal), Setyo Chrismiantono, Eddi Purwanto, Satya Utama
  • Trumpet: Gatut Santoso (Principal), Budi Wiryawan, Rudy Setiawan
  • Trombone: Widiyekso Supramono (Principal), Damianus Tony Heriyanto, Bambang C. M. P. Widodo
  • Tuba: Atika Septiana Laksmi
  • Timpani & Percussion: Antonius W. A. Swastedi (Principal), Thressia, Sarah Charista
  • Harp: Carlin E. Yasin

Search for hashtags #balletid #aulasimfoniajakarta #balletindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *