Asian Grand Prix 2014

AGPbanner

Pada bulan Agustus 2014, perwakilan ballet.id turut mendukung dan meliput kontingen Indonesia untuk bertanding dalam Asian Grand Prix, kompetisi ballet internasional yang diadakan di Hong Kong. Untuk pertama kalinya, perwakilan Indonesia berpartisipasi, sejak kompetisi ini diadakan pertama kali pada tahun 2011. Athaya Puri Syahrial (15 th) dan Felicia Harenya Suniastari (16 th), dua penari yang mewakili Indonesia adalah siswa Namarina Dance Academy, datang didampingi oleh orangtua ibu Winya Syahrial dan ibu Agnes Wigati beserta Artistic Director Namarina Ms. Maya Tamara dan Director of Ballet Department Namarina Ms. Sussi Anddri. Pada kesempatan ini kontingen Indonesia berhasil melewati babak eliminasi dan mencapai babak semi final.

AGP2014
Felicia Harenya Suniastari dan Athaya Puri Syahrial

Direktur Asian Grand Prix yang juga mantan penari utama Hong Kong Ballet, Mr. Ho Son Wah, menyambut baik adanya perwakilan dari negara kita dan berharap di tahun-tahun mendatang lebih banyak lagi perwakilan Indonesia yang akan berpartisipasi.

Asian Grand Prix adalah kompetisi ballet klasik internasional untuk kategori solo dan pas de deux (duet) yang terbuka untuk penari non-profesional dari seluruh dunia dan berbagai latar belakang silabus ballet. Pesertanya berusia 7 sampai 28 tahun, dan dibagi menjadi lima kategori umur. Sejumlah 167 peserta dari 16 negara berpartisipasi dalam kompetisi tahun ini, antara lain Hongkong, Filipina, Jepang, Cina, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, juga Indonesia.

Panel juri terdiri dari 8 pakar ballet dan penari profesional dari Hong Kong, Cina, Jepang, Inggris, dan Swedia, yang diketuai oleh Mr. Garry Trinder dari Selandia Baru, yang juga merupakan direktur dari New Zealand School of Dance (NZSD). Selain medali dan uang tunai, para pemenang juga menerima beasiswa dari NZSD, Kirov Academy of Ballet, Bay Pointe Ballet, dan Asian Grand Prix.

Para peserta diminta untuk mempersiapkan sejumlah tarian dari repertoire balet klasik yang disebut juga sebagai “Variation”. Tarian dari repertoire klasik ini memiliki tingkat kesulitan tinggi dan sudah menjadi tolok ukur baku dalam berbagai ujian dan kompetisi ballet internasional. Selain kemampuan teknis dan kesempurnaan eksekusi, interpretasi artistik juga menjadi pertimbangan juri dalam penilaian. Kontingen Indonesia mempersiapkan tiga tarian Female Variations dari repertoire “Diana and Actaeon”, “Don Quixote”, dan “La Esmeralda”. Selain mempresentasikan tarian tersebut, peserta juga diwajibkan mengikuti “Master Class” yang diamati oleh para juri, di mana para peserta dinilai kesigapan dan daya tangkapnya dalam menjalani gerakan sulit yang diberikan oleh ballet master tanpa persiapan terlebih dahulu.

Tahun ini, gelar Youth Asian Grand Prix 2014 dimenangkan oleh Yuuka Nojo dari Taketani Yasuyo Ballet Studio, Jepang, sementara gelar Asian Grand Prix 2014 tidak dianugerahkan. Medali emas dari lima kategori umur dimenangkan oleh peserta dari Hong Kong, Malaysia, Taiwan, dan Jepang, sementara medali perak dimenangkan oleh peserta dari Thailand, Hong Kong, Cina, dan Filipina. Di tahun 2013, pemenang Asian Grand Prix adalah Joy Womack dari Bolshoi Ballet Academy, Rusia.

Kompetisi ballet kategori solo adalah jalur khusus di mana penari-penari muda berbakat tampil untuk dijaring untuk masuk sebagai penari company ballet atau mendapatkan beasiswa sekolah ballet. Selain Asian Grand Prix, salah satu kompetisi dunia yang paling bergengsi adalah Prix de Lausanne, dan juga ada berbagai kompetisi lain seperti Varna IBC, Youth American Grand Prix, Moscow BC, Helsinki IBC, dan sebagainya. Keterlibatan Indonesia di kompetisi ballet kategori solo tingkat dunia sangatlah jarang. Di beberapa tahun sebelumnya Marlupi Dance Academy mengirim perwakilan Indonesia untuk kompetisi ballet internasional Genée International Ballet Competition. Kompetisi Genée IBC ini adalah kompetisi yang diselenggarakan terbatas khusus untuk sekolah yang menjalani silabus ballet Royal Academy of Dance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *